Pengolahan
pipa hidrolik baja dapat dibagi menjadi pemotongan, pembengkokan dan pengelasan. Pemrosesan pipa terutama mencakup pemotongan, pembengkokan, pengelasan dan sebagainya. Kualitas pemrosesan pipa mempunyai pengaruh yang besar terhadap parameter sistem pipa, yang berkaitan dengan pengoperasian sistem hidrolik yang andal. Oleh karena itu, metode pengolahan yang ilmiah dan masuk akal harus diterapkan untuk menjamin kualitas pengolahan.
- Pemotongan pipa hidrolik
Sistem hidrolik dengan diameter kurang dari 50 mm dapat dipotong dengan pemotong roda. Pipa yang berdiameter lebih besar dari 50mm dapat dikerjakan dengan mesin, seperti mesin pemotong khusus. Pengelasan manual dan pemotongan oksigen sangat dilarang. Setelah pemotongan, permukaan ujung dan garis tengah aksial pipa harus dijaga agar tetap vertikal. Permukaan pemotongan pipa harus rata. Saluran pipa harus bebas dari gerinda, kerak dan terak.
- Pembengkokan pipa hidrolik
Pembengkokan pipa lebih disukai pada penyok pipa mekanis atau hidrolik. Umumnya, pipa di bawah 38mm dibentuk dingin dan ditekuk dengan mesin pembengkok untuk menghindari kerak dan mempengaruhi kualitas pipa. Pembengkokan tidak diperbolehkan dalam proses produksi pembengkokan, dan pembengkokan dapat diganti dengan stamping elbow dan alat kelengkapan pipa lainnya, karena deformasi, penipisan dinding dan kerak oksida rentan terjadi pada proses pembengkokan panas.
Jari-jari lentur pipa harus diperhitungkan. Jika radius lentur terlalu kecil, dapat menyebabkan konsentrasi tegangan pada pipa, dan kekuatan pipa dapat berkurang. Jari-jari lentur tidak boleh kurang dari tiga kali diameter pipa. Semakin tinggi tekanan kerja pipa, semakin besar radius lenturnya. Eliptisitas siku setelah produksi tidak boleh melebihi 8%, dan deviasi sudut tekuk tidak boleh melebihi (+1,5 mm/m).